Pernahkah anda mendengar kata hemoroid?Banyak istilah masyarakat kita dalam menyebut penyakit yang satu ini, sebutan bool, dobolen, dan lain sebagainya. Hemorrhoid juga biasa disebut dengan wasir (basir).
Apa sebenarnya hemorhoid ini?
Siapa saja yang dapat terserang penyakit ini?
Bagaimana Penyakit ini dapat terjadi dan apa penyebabnya?
Bagaimana penanganan dan pengobatannya?
Mari kita berbagi informasi untuk penyakit yang satu ini .
Istilah Hemoroid berasal dari kata Hemorrhoid yang sebenarnya merupakan
jaringan tubuh yang berfungsi sebagai bantalan anus yang bertugas sebagai pintu
keluarnya feses. Begitu pentingnya fungsi jaringan ini karena bayangkan jika anus
tidak dapat membuka dan menutup dengan baik. Akan terjadi masalah bila ada
pembengkakan, peradangan, pelebaran pembuluh darah vena pada jaringan
hemorrhoid yang lazim dikenal dengan istilah hemoroid atau wasir atau ambeien.
Dalam kategorinya hemoroid dimasukkan kedalam penyakit yang disebabkan
gangguan pada pembuluh darah vena pada rektum / anus.Prevalensi atau angka kejadian sakit hemoroid sangat sulit didapatkan data karena sebagian besar memang tidak menunjukkan gejala gangguan terhadap kesehatan (asimtomatis) ditambah dengan budaya “kita” yang “malu” untuk memeriksakan diri bila mengalami wasir/hemoroid.
Sebagian besar masyarakat kita akan mengkonsumsi obat wasir bebas (OTC) yang banyak dijual di toko obat dan apotik.
Penyebab Hemoroid
Secara jelas belum ada penelitian yang menjelaskan penyebab pasti mengapa
dapat terjadi hemoroid, wasir atau ambeien.
Hemoroid terjadi disinyalir akibat dari
pembengkakan (inflamasi) pada pembuluh darah vena di anus sehingga mengalami
pelebaran (dilatasi) dan menyebabkan terhambatnya gangguan aliran darah balik menuju
ke jantung.
Proses pembengkakan dan pelebaran pada pembuluh darah ini kemudian akan menutupi jaringan hemorrhaoid (bantalan anus), selaput lendir, kulit serta jaringan ikat atau juga otot-otot anus (sprinxter) yang lambat laun akan menyebabkan terjadinya pembengkakan dan akan menimbulkan benjolan atau tonjolan.
Tonjolan ini akan menghambat proses defekasi (BAB) apalagi dengan diet kurang serat dan kurang cairan akan berakibat feses keras dan sulit untuk dikeluarkan.
Proses pembengkakan dan pelebaran pada pembuluh darah ini kemudian akan menutupi jaringan hemorrhaoid (bantalan anus), selaput lendir, kulit serta jaringan ikat atau juga otot-otot anus (sprinxter) yang lambat laun akan menyebabkan terjadinya pembengkakan dan akan menimbulkan benjolan atau tonjolan.
Tonjolan ini akan menghambat proses defekasi (BAB) apalagi dengan diet kurang serat dan kurang cairan akan berakibat feses keras dan sulit untuk dikeluarkan.
Hal inilah yang menyebabkan orang mengejan terlalu kuat saat
defekasi (BAB) akan membuat pecahnya pembuluh darah vena pada tonjolan dan mengakibatkan
terjadinya pendarahan yang menimbulkan rasa nyeri bahkan gatal karena infeksi disaat
buang air besar.
Menurut pendapat beberapa ahli penyebab terjadinya hemoroid juga
dapat meningkat dipicu beberapa faktor resiko sebagai berikut :
- Diare kronis
- Diet kurang serat, kurang minum,
- Kebiasaan menahan BAB, Mengejan berlebihan saat BAB,
- Kebiasaan makan makanan yang pedas,
- Kebiasaan duduk berlama lama,
- Kurangnya aktifitas fisik,
- Obesitas, kelebihan berat badan,
- Analsex,
- Faktor usia lanjut.
Faktor usia lanjut merupakan
faktor yang bersifat degeratif yang akan pasti terjadi seiring dengan
pertambahan usia maka organ-organ tubuh akan mengalamai penurunan kemampuan
fungsi.
Gejala Hemoroid
Sebagaimana diterangkan diatas bahwa sebagian besar hemoroid tidak
menunjukkan gejala (asimtomatis) karena tidak muncul kelainan fisik pada
jaringan disekitar anus. Biasanya seseorang akan menyangka terkena hemoroid
bila muncul tonjolan keluar dari bagian anus dan kadang-kadang dapat dimasukkan
sendiri dengan bantuan dorongan dengan jari.
- Derajat I : Pernah berdarah saat BAB namun tidak kambuh lagi, Biasanya blm ada tonjolan.
- Derajat II : Berdarah/Tdk berdarah saat BAB, Muncul Tonjolan keluar anus, namun masih bisa masuk sendiri.
- Derajat III : Berdarah/Tdk berdarah saat BAB, Muncul Tonjolan keluar anus, namun masih bisa masuk dgn bantuan dorongan jari,
- Derajat IV : Berdarah/Tdk berdarah saat BAB, Muncul Tonjolan keluar anus, tidak bisa masuk walau sdh dengan didorong dengan jari.
Penanganan Hemoroid.
Seperti pada umumnya penangan berbagai penyakit yang terpenting adalah
mengenal dan mengetahui sedini mungkin gejala atau tanda-tanda hemoroid. Menghindari
kebiasaan yang menjadi faktor yang diduga sebagai penyebab merupakan hal
penting dan utama harus kita lakukan untuk terhindar dari penyakit Hemoroid atau
wasir. Mencegah selalulah lebih baik dari pada mengobati.
Segeralah berkonsultasi dengan dokter anda bila anda sudah mengalami
gejala-gejala seperti diterangkan di atas.
Pada umumnya penanganan penyakit hemoroid dilakukan dengan :
- Mengubah kebiasaan yang mengakibatkan kerusakan jaringan hemorrhoid, seperti makanan terlalu pedas, kebiasaan duduk berlama-lama, makan kurang serat, kurang minum dsb.
- Balik kebiasaan anda, itu merupakan terapi hebat yang sekaligus menghindarkan anda dari sakit hemoroid/wasir.
- Konsumsi makanan tinggi serat dan menambah cairan tubuh merupakan terapi lini pertama pada kasus hemoroid.
- Terapi panas / dingin dengan merendam bagian “bokong” ke dalam bak berisi air hangat dan dingin secara bergantian dan dilakukan berulang.
- Konsumsi obat-obatan untuk hemoroid/ambaeien/wasir OTC yang banyak dijual bebas di toko obat dan apotek.
- Konsultasi dengan dokter untuk obat-obatan dengan resep jika masalah gangguan hemoroid berlanjut.
- Tindakan Operasi atau insisi untuk membuang tonjolan pada anus.
Demikian semoga informasi ini dapat berguna bagi kita semua untuk dapat
menambah khasanah pengetahuan kita untuk tips hidup sehat dan bahagia, bermanfaat bagi
orang lain. Semoga kita terhindar dari penyakit hemoroid, wasir, ambeien dan atau
penyakit sejenisnya.



